Waktu kau hadir dulu,
Masa seakan kaku,
Jadi batu,
Bertugu,
Buat aku berhenti berlari,
Hidup seolah mimpi,
Seolah puisi,
Yang indah tampak samar di balik jendela teka-teki tuhan,
Tapi aku ini pelarian,
Yang harus berlari lagi,
Kerana jawapan tidak datang mencari,
Aku yang selalu kabur tentang realiti,
Tentang hati,
Namun walau sejauh mana pun aku berlari,
Suatu hari nanti aku pasti akan berhenti,
Di satu perhentian,
Di penghujung jalan,
Agar nanti dapat bersatu lagi,
Pada pengabdian terakhir ku di sana,
Agak nanti dapat menyembuh lagi,
Selembar keresahan hati,
Yang sanggahi keinginanku untuk kembali